Selasa, 27 Oktober 2009

Perintah Mbak Lia - 1

Mbak Lia kurang lebih baru 2 minggu bekerja sebagai atasanku sebagai Accounting Manager. Sebagai atasan baru, ia sering memanggilku ke ruang kerjanya untuk menjelaskan overbudget yang terjadi pada bulan sebelumnya, atau untuk menjelaskan laporan mingguan yang kubuat. Aku sendiri sudah termasuk staf senior. Tapi mungkin karena latar belakang pendidikanku tidak cukup mendukung, management memutuskan merekrutnya. Ia berasal dari sebuah perusahaan konsultan keuangan.

Usianya kutaksir sekitar 25 hingga 30 tahun. Sebagai atasan, sebelumnya kupanggil "Bu", walau usiaku sendiri 10 tahun di atasnya. Tapi atas permintaanya sendiri, seminggu yang lalu, ia mengatakan lebih suka bila di panggil "Mbak". Sejak saat itu mulai terbina suasana dan hubungan kerja yang hangat, tidak terlalu formal. Terutama karena sikapnya yang ramah. Ia sering langsung menyebut namaku, sesekali bila sedang bersama rekan kerja lainnya, ia menyebut "Pak".

Dan tanpa kusadari pula, diam-diam aku merasa betah dan nyaman bila memandang wajahnya yang cantik dan lembut menawan. Ia memang menawan karena sepasang bola matanya sewaktu-waktu dapat bernar-binar, atau menatap dengan tajam. Tapi di balik itu semua, ternyata ia suka mendikte. Mungkin karena telah menduduki jabatan yang cukup tinggi dalam usia yang relatif muda, kepercayaan dirinya pun cukup tinggi untuk menyuruh seseorang melaksanakan apa yang diinginkannya.

Mbak Lia selalu berpakaian formal. Ia selalu mengenakan blus dan rok hitam yang agak menggantung sedikit di atas lutut. Bila sedang berada di ruang kerjanya, diam-diam aku pun sering memandang lekukan pinggulnya ketika ia bangkit mengambil file dari rak folder di belakangnya. Walau bagian bawah roknya lebar, tetapi aku dapat melihat pinggul yang samar-samar tercetak dari baliknya. Sangat menarik, tidak besar tetapi jelas bentuknya membongkah, memaksa mata lelaki menerawang untuk mereka-reka keindahannya.

Di dalam ruang kerjanya yang besar, persis di samping meja kerjanya, terdapat seperangkat sofa yang sering dipergunakannya menerima tamu-tamu perusahaan. Sebagai Accounting Manager, tentu selalu ada pembicaraan-pembicaraan 'privacy' yang lebih nyaman dilakukan di ruang kerjanya daripada di ruang rapat.

Aku merasa beruntung bila dipanggil Mbak Lia untuk membahas cash flow keuangan di kursi sofa itu. Aku selalu duduk persis di depannya. Dan bila kami terlibat dalam pembicaraan yang cukup serius, ia tidak menyadari roknya yang agak tersingkap. Di situlah keberuntunganku. Aku dapat melirik sebagian kulit paha yang berwarna gading. Kadang-kadang lututnya agak sedikit terbuka sehingga aku berusaha untuk mengintip ujung pahanya. Tapi mataku selalu terbentur dalam kegelapan. Andai saja roknya tersingkap lebih tinggi dan kedua lututnya lebih terbuka, tentu akan dapat kupastikan apakah bulu-bulu halus yang tumbuh di lengannya juga tumbuh di sepanjang paha hingga ke pangkalnya. Bila kedua lututnya rapat kembali, lirikanku berpindah ke betisnya. Betis yang indah dan bersih. Terawat. Ketika aku terlena menatap kakinya, tiba-tiba aku dikejutkan oleh pertanyaan Mbak Lia..

"Theo, aku merasa bahwa kau sering melirik ke arah betisku. Apakah dugaanku salah?" Aku terdiam sejenak sambil tersenyum untuk menyembunyikan jantungku yang tiba-tiba berdebar.
"Theo, salahkah dugaanku?"
"Hmm.., ya, benar Mbak," jawabku mengaku, jujur. Mbak Lia tersenyum sambil menatap mataku.
"Mengapa?"

Aku membisu. Terasa sangat berat menjawab pertanyaan sederhana itu. Tapi ketika menengadah menatap wajahnya, kulihat bola matanya berbinar-binar menunggu jawabanku.

"Saya suka kaki Mbak. Suka betis Mbak. Indah. Dan..," setelah menarik nafas panjang, kukatakan alasan sebenarnya.
"Saya juga sering menduga-duga, apakah kaki Mbak juga ditumbuhi bulu-bulu."
"Persis seperti yang kuduga, kau pasti berkata jujur, apa adanya," kata Mbak Tia sambil sedikit mendorong kursi rodanya.
"Agar kau tidak penasaran menduga-duga, bagaimana kalau kuberi kesempatan memeriksanya sendiri?"
"Sebuah kehormatan besar untukku," jawabku sambil membungkukan kepala, sengaja sedikit bercanda untuk mencairkan pembicaraan yang kaku itu.
"Kompensasinya apa?"
"Sebagai rasa hormat dan tanda terima kasih, akan kuberikan sebuah ciuman."
"Bagus, aku suka. Bagian mana yang akan kau cium?"
"Betis yang indah itu!"
"Hanya sebuah ciuman?"
"Seribu kali pun aku bersedia."

Mbak Tia tersenyum manis dikulum. Ia berusaha manahan tawanya.

"Dan aku yang menentukan di bagian mana saja yang harus kau cium, OK?"
"Deal, my lady!"
"I like it!" kata Mbak Lia sambil bangkit dari sofa.

Ia melangkah ke mejanya lalu menarik kursinya hingga ke luar dari kolong mejanya yang besar. Setelah menghempaskan pinggulnya di atas kursi kursi kerjanya yang besar dan empuk itu, Mbak Lia tersenyum. Matanya berbinar-binar seolah menaburkan sejuta pesona birahi. Pesona yang membutuhkan sanjungan dan pujaan.

"Periksalah, Theo. Berlutut di depanku!" Aku membisu. Terpana mendengar perintahnya.
"Kau tidak ingin memeriksanya, Theo?" tanya Mbak Lia sambil sedikit merenggangkan kedua lututnya.

Sejenak, aku berusaha meredakan debar-debar jantungku. Aku belum pernah diperintah seperti itu. Apalagi diperintah untuk berlutut oleh seorang wanita. Bibir Mbak Lia masih tetap tersenyum ketika ia lebih merenggangkan kedua lututnya.

"Theo, kau tahu warna apa yang tersembunyi di pangkal pahaku?" Aku menggeleng lemah, seolah ada kekuatan yang tiba-tiba merampas sendi-sendi di sekujur tubuhku.

Tatapanku terpaku ke dalam keremangan di antara celah lutut Mbak Lia yang meregang. Akhirnya aku bangkit menghampirinya, dan berlutut di depannya. Sebelah lututku menyentuh karpet. Wajahku menengadah. Mbak Tia masih tersenyum. Telapak tangannya mengusap pipiku beberapa kali, lalu berpindah ke rambutku, dan sedikit menekan kepalaku agar menunduk ke arah kakinya.

"Ingin tahu warnanya?" Aku mengangguk tak berdaya.
"Kunci dulu pintu itu," katanya sambil menunjuk pintu ruang kerjanya. Dan dengan patuh aku melaksanakan perintahnya, kemudian berlutut kembali di depannya.

Mbak Lia menopangkan kaki kanannya di atas kaki kirinya. Gerakannya lambat seperti bermalas-malasan. Pada saat itulah aku mendapat kesempatan memandang hingga ke pangkal pahanya. Dan kali ini tatapanku terbentur pada secarik kain tipis berwarna putih. Pasti ia memakai G-String, kataku dalam hati. Sebelum paha kanannya benar-benar tertopang di atas paha kirinya, aku masih sempat melihat bulu-bulu ikal yang menyembul dari sisi-sisi celana dalamnya. Segitiga tipis yang hanya selebar kira-kira dua jari itu terlalu kecil untuk menyembunyikan semua bulu yang mengitari pangkal pahanya. Bahkan sempat kulirik bayangan lipatan bibir di balik segitiga tipis itu.

"Suka?" Aku mengangguk sambil mengangkat kaki kiri Mbak Lia ke atas lututku.

Ujung hak sepatunya terasa agak menusuk. Kulepaskan klip tali sepatunya. Lalu aku menengadah. Sambil melepaskan sepatu itu. Mbak Tia mengangguk. Tak ada komentar penolakan. Aku menunduk kembali. Mengelus-elus pergelangan kakinya. Kakinya mulus tanpa cacat. Ternyata betisnya yang berwarna gading itu mulus tanpa bulu halus. Tapi di bagian atas lutut kulihat sedikit ditumbuhi bulu-bulu halus yang agak kehitaman. Sangat kontras dengan warna kulitnya. Aku terpana. Mungkinkah mulai dari atas lutut hingga.., hingga.. Aah, aku menghembuskan nafas. Rongga dadaku mulai terasa sesak. Wajahku sangat dekat dengan lututnya. Hembusan nafasku ternyata membuat bulu-bulu itu meremang.

"Indah sekali," kataku sambil mengelus-elus betisnya. Kenyal.
"Suka, Theo?" Aku mengangguk.
"Tunjukkan bahwa kau suka. Tunjukkan bahwa betisku indah!"

Aku mengangkat kaki Mbak Lia dari lututku. Sambil tetap mengelus betisnya, kuluruskan kaki yang menekuk itu. Aku sedikit membungkuk agar dapat mengecup pergelangan kakinya. Pada kecupan yang kedua, aku menjulurkan lidah agar dapat mengecup sambil menjilat, mencicipi kaki indah itu. Akibat kecupanku, Mbak Lia menurunkan paha kanan dari paha kirinya. Dan tak sengaja, kembali mataku terpesona melihat bagian dalam kanannya. Karena ingin melihat lebih jelas, kugigit bagian bawah roknya lalu menggerakkan kepalaku ke arah perutnya. Ketika melepaskan gigitanku, kudengar tawa tertahan, lalu ujung jari-jari tangan Mbak Lia mengangkat daguku. Aku menengadah.

"Kurang jelas, Theo?" Aku mengangguk.

Mbak Lia tersenyum nakal sambil mengusap-usap rambutku. Lalu telapak tangannya menekan bagian belakang kepalaku sehingga aku menunduk kembali. Di depan mataku kini terpampang keindahan pahanya. Tak pernah aku melihat paha semulus dan seindah itu. Bagian atas pahanya ditumbuhi bulu-bulu halus kehitaman. Bagian dalamnya juga ditumbuhi tetapi tidak selebat bagian atasnya, dan warna kehitaman itu agak memudar. Sangat kontras dengan pahanya yang berwarna gading.

Aku merinding. Karena ingin melihat paha itu lebih utuh, kuangkat kaki kanannya lebih tinggi lagi sambil mengecup bagian dalam lututnya. Dan paha itu semakin jelas. Menawan. Di paha bagian belakang mulus tanpa bulu. Karena gemas, kukecup berulang kali. Kecupan-kecupanku semakin lama semakin tinggi. Dan ketika hanya berjarak kira-kira selebar telapak tangan dari pangkal pahanya, kecupan-kecupanku berubah menjadi ciuman yang panas dan basah.

Sekarang hidungku sangat dekat dengan segitiga yang menutupi pangkal pahanya. Karena sangat dekat, walau tersembunyi, dengan jelas dapat kulihat bayangan bibir kewanitaannya. Ada segaris kebasahan terselip membayang di bagian tengah segitiga itu. Kebasahan yang dikelilingi rambut-rambut ikal yang menyelip dari kiri kanan G-stringnya. Sambil menatap pesona di depan mataku, aku menarik nafas dalam-dalam. Tercium aroma segar yang membuatku menjadi semakin tak berdaya. Aroma yang memaksaku terperangkap di antara kedua belah paha Mbak Lia. Ingin kusergap aroma itu dan menjilat kemulusannya.

4 komentar:

  1. Cerita Sex Indonesia - Dokter Jepang Cantik Yang Genit~~~~~~Cerita Sex Indonesia - Masa Remaja Yg Sungguh Menyenangkan



    Rahasia Pacar Teman Kost ku~~~~~Penelusuran Erotic stories~~~~~Pemerkosaan terhadap primadona sekolah



    Cerita Seks terbaru Fantasi di akhir pekan~~~~~info Video Porno Indonesia Dan Para Artis Indonesia lebih lengkap clik disini



    Kumpulan Gaya Cerita Ngentot Cerita Dewasa Cerita Sex Indonesia~~~~~Tips Dalam Mendapatkan Wanita Idaman Anda Dalam Kumpulan Cerita Dewasa Kategori Artikel Sex



    Cerita Sex Tante Kos Bernama Rita Paling Hot~~~~~Foto Bugil Telanjang Dewi Cinta Tanpa Sensor Laris Manis di Internet



    Cerita Dewasa 2014-2015 Jeritan Pembawa Nikmat~~~~~Cerita Seks - Ngentot Merayakan Kelulusan SMA Pacarku~~~~~mahasiswi bercinta di kontrakan



    Cerita Seks Dengan Tante Murni Cerita Seks Panas Terbaru~~~~~Aku Ngentot 3 Cewek Cantik Bangat~~~~~Cerita Sex Artis Cantik Cynthiara Alona



    ngentot degan kakak sepupu ketika suaminya lagi gak ada~~~~~Foto Bugil Anita Hara Tanpa Sensor Terbaru~~~~~Karyawan Asing Yang Tangguh Ngesex



    Gambar Gaya Bercinta Paling Hot yang disukai para Wanita~~~~~Alat Bantu Sex Wanita Penis Maju Mundur Getar Goyang~~~~~Capsule Pembesar Penis Herbal King Cobra Capsule


    Cerita Seks Ngentot dengan Tetangga Baruku Yang Putih Mulus dan Bahenol

    Kisah Seks dengan Guruku yang Cantik dan Seksi

    Cerita Panas Kulahap Memek Ibu Dan Adik Kandungku

    Cerita Dewasa Hot Bercinta dengan Istri Pembeli Mobil

    Cerita Dewasa Hot-Pesta Sexs Pacarku dan Adiknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Foto HOT | Cewek Narsis Cantik Bugil di Facebook,Cewek Masturbasi


      [Ass Point Fuck] ABG Lesbian : Koleksi Photo hot Pamer Susu & memek.


      [Ass Point Fuck] Photo Hot ayam Kampus : ABG Wajah Lugu Lagi Tampil Bugil.


      [Ass Point Fuck] Photo bugil abg jepang lagi pengen di entot..mulus gan susunya

      [Ass Point Fuck] Memek Bule : Koleksi Photo memek ABG Bule Yang Penuh Nafsu

      ✦Photo polos : Tubuh Mulus di padu dengan susu Mungil Nan Indah dan Hot.✦

      ✦Photo Hot : Adegan Pasien Lagi Bugil Di Depan Dokter..Mantap Susunya✦

      ✦SiTembem Yang Bikin Greng : Kumpulan Memek Tembem..Mlenuk - mlenuk✦

      ✦Obat Pembesar Penis Herbal, Obat Peninggi Badan Herbal,Pemutih Wajah Dan Tubuh✦

      ✦Histeria Masturbation : Abg Hitam Manis Lagi Menahan Kenikmatan Berswalayan✦

      ✦Ngintip Tubuh Putih Mulus Toket Kecil Bikin Nafsu.Siapakah Dia.?✦

      ✦Live : Vespa Putih Jadi Saksi aku ngentot Gaya Dogy Style✦

      ✦Live : Sepasang Abg lagi Ngentot Sambil Berdiri..keren-keren✦

      [Ass Point Fuck] Photo Pemerkosaan : ABG Korban Pemerkosaan Lagi Kena Entot 2 Cowok..Kasihan Banget Gan


      VIDEO ANAK SMP MESUM SAMA PACARNYA DI RUANG TAMU


      [Ass Point Fuck] Photo memek Perawan : Lubang sempit memek perawan Yang masih Rapet.


      [Ass Point Fuck] Photo Hot Tante Horny lagi Pamerin Toket Mulusnya...Wahh Gila


      [Ass Point Fuck] Photo Memek ABG : Memek Menganga Siap Dimasukin Bang...???


      [Ass Point Fuck] ABG meki Sempit Lagi Ngentot Gaya Pangku...Mantapp


      Cara Memperbesar Penis Dengan Vakum Penis Tarik Sport


      [Ass Point Fuck] ABG Ngentot : ABG Manis Puting Mungil Lagi Ngentot..wah asyiknya


      [Ass Point Fuck] Photo Chika : Pose nakal Chika Lagi Pamerin susu montoknya.


      Mulusnya Susu ini siap untuk di emut, info cewek telanjang yang mau ngentot memek

      ✦Kelakuan Aneh : Kumpulan Photo Bugil cewek Gokil✦

      ✦Sex Party Berbagai Gaya Ngentot Yang Fantastis & Hot✦

      ✦Ngentot abg & Om-Om : Ngentot Hot di Dalam Kamar Mandi✦

      ✦Abg Lagi Maen Chat Sambil Bugil : Lagi Pamerin Memek & susu Montok✦

      ✦Live : video mesum ngentot di kebun✦

      ✦Cerita Seks : Tante Mona Yang Montok Bikin Aku Tergoda..Ehmmm✦

      ✦Jilat Meki : Koleksi Photo Berbagai Gaya Jilat memek..Kegelian Nih Cewek✦

      Hapus