Selasa, 27 Oktober 2009

Perintah Mbak Lia - 2

Mbak Lia menghempaskan kepalanya ke sandaran kursi. Menarik nafas berulang kali. Sambil mengusap-usap rambutku, diangkatnya kaki kanannya sehingga roknya semakin tersingkap hingga tertahan di atas pangkal paha.

"Suka Theo?"
"Hmm.. Hmm..!" jawabku bergumam sambil memindahkan ciuman ke betis dan lutut kirinya.

Lalu kuraih pergelangan kaki kanannya, dan meletakkan telapaknya di pundakku. Kucium lipatan di belakang lututnya. Mbak Lia menggelinjang sambil menarik rambutku dengan manja. Lalu ketika ciuman-ciumanku merambat ke paha bagian dalam dan semakin lama semakin mendekati pangkal pahanya, terasa tarikan di rambutku semakin keras. Dan ketika bibirku mulai mengulum rambut-rambut ikal yang menyembul dari balik G-stringnya, tiba-tiba Mbak Lia mendorong kepalaku.

Aku tertegun. Menengadah. Kami saling menatap. Tak lama kemudian, sambil tersenyum menggoda, Mbak Lia menarik telapak kakinya dari pundakku. Ia lalu menekuk dan meletakkan telapak kaki kanannya di permukaan kursi. Pose yang sangat memabukkan. Sebelah kaki menekuk dan terbuka lebar di atas kursi, dan yang sebelah lagi menjuntai ke karpet.

"Suka Theo?"
"Hmm.. Hmm..!"
"Jawab!"
"Suka sekali!"

Pemandangan itu tak lama. Tiba-tiba saja Mbak Tia merapatkan kedua pahanya sambil menarik rambutku.

"Nanti ada yang melihat bayangan kita dari balik kaca. Masuk ke dalam, Theo," katanya sambil menunjuk kolong mejanya.

Aku terkesima. Mbak Tia merenggut bagian belakang kepalaku, dan menariknya perlahan. Aku tak berdaya. Tarikan perlahan itu tak mampu kutolak. Lalu Mbak Lia tiba-tiba membuka ke dua pahanya dan mendaratkan mulut dan hidungku di pangkal paha itu. Kebasahan yang terselip di antara kedua bibir kewanitaan terlihat semakin jelas. Semakin basah. Dan di situlah hidungku mendarat. Aku menarik nafas untuk menghirup aroma yang sangat menyegarkan. Aroma yang sedikit seperti daun pandan tetapi mampu membius saraf-saraf di rongga kepala.

"Suka Theo?"
"Hmm.. Hmm..!"
"Sekarang masuk ke dalam!" ulangnya sambil menunjuk kolong mejanya.

Aku merangkak ke kolong mejanya. Aku sudah tak dapat berpikir waras. Tak peduli dengan segala kegilaan yang sedang terjadi. Tak peduli dengan etika, dengan norma-norma bercinta, dengan sakral dalam percintaan. Aku hanya peduli dengan kedua belah paha mulus yang akan menjepit leherku, jari-jari tangan lentik yang akan menjambak rambutku, telapak tangan yang akan menekan bagian belakang kepalaku, aroma semerbak yang akan menerobos hidung dan memenuhi rongga dadaku, kelembutan dan kehangatan dua buah bibir kewanitaan yang menjepit lidahku, dan tetes-tetes birahi dari bibir kewanitaan yang harus kujilat berulang kali agar akhirnya dihadiahi segumpal lendir orgasme yang sudah sangat ingin kucucipi.

Di kolong meja, Mbak Lia membuka kedua belah pahanya lebar-lebar. Aku mengulurkan tangan untuk meraba celah basah di antara pahanya. Tapi ia menepis tanganku.

"Hanya lidah, Theo! OK?"

Aku mengangguk. Dan dengan cepat membenamkan wajahku di G-string yang menutupi pangkal pahanya. Menggosok-gosokkan hidungku sambil menghirup aroma pandan itu sedalam-dalamnya. Mbak Lia terkejut sejenak, lalu ia tertawa manja sambil mengusap-usap rambutku.

"Rupanya kau sudah tidak sabar ya, Theo?" katanya sambil melingkarkan pahanya di leherku.
"Hm..!"
"Haus?"
"Hm!"
"Jawab, Theo!" katanya sambil menyelipkan tangannya untuk mengangkat daguku. Aku menengadah.
"Haus!" jawabku singkat.

Tangan Mbak Lia bergerak melepaskan tali G-string yang terikat di kiri dan kanan pinggulnya. Aku terpana menatap keindahan dua buah bibir berwarna merah yang basah mengkilap. Sepasang bibir yang di bagian atasnya dihiasi tonjolan daging pembungkus clit yang berwarna pink. Aku termangu menatap keindahan yang terpampang persis di depan mataku.

"Jangan diam saja. Theo!" kata Mbak Lia sambil menekan bagian belakang kepalaku.
"Hirup aromanya!" sambungnya sambil menekan kepalaku sehingga hidungku terselip di antara bibir kewanitaannya.

Pahanya menjepit leherku sehingga aku tak dapat bergerak. Bibirku terjepit dan tertekan di antara dubur dan bagian bawah vaginanya. Karena harus bernafas, aku tak mempunyai pilihan kecuali menghirup udara dari celah bibir kewanitaannya. Hanya sedikit udara yang dapat kuhirup, sesak tetapi menyenangkan. Aku menghunjamkan hidungku lebih dalam lagi. Mbak Lia terpekik. Pinggulnya diangkat dan digosok-gosokkannya dengan liar hingga hidungku basah berlumuran tetes-tetes birahi yang mulai mengalir dari sumbernya. Aku mendengus. Mbak Lia menggelinjang dan kembali mengangkat pinggulnya. Kuhirup aroma kewanitaannya dalam-dalam, seolah vaginanya adalah nafas kehidupannku.

"Fantastis!" kata Mbak Lia sambil mendorong kepalaku dengan lembut. Aku menengadah. Ia tersenyum menatap hidungku yang telah licin dan basah.
"Enak 'kan?" sambungnya sambil membelai ujung hidungku.
"Segar!" Mbak Lia tertawa kecil.
"Kau pandai memanjakanku, Theo. Sekarang, kecup, jilat, dan hisap sepuas-puasmu. Tunjukkan bahwa kau memuja ini," katanya sambil menyibakkan rambut-rambut ikal yang sebagian menutupi bibir kewanitaannya.
"Jilat dan hisap dengan rakus. Tunjukkan bahwa kau memujanya. Tunjukkan rasa hausmu! Jangan ada setetes pun yang tersisa! Tunjukkan dengan rakus seolah ini adalah kesempatan pertama dan yang terakhir bagimu!"

Aku terpengaruh dengan kata-katanya. Aku tak peduli walaupun ada nada perintah di setiap kalimat yang diucapkannya. Aku memang merasa sangat lapar dan haus untuk mereguk kelembutan dan kehangatan vaginanya. Kerongkonganku terasa panas dan kering. Aku merasa benar-benar haus dan ingin segera mendapatkan segumpal lendir yang akan dihadiahkannya untuk membasahi kerongkongannku. Lalu bibir kewanitaannya kukulum dan kuhisap agar semua kebasahan yang melekat di situ mengalir ke kerongkonganku. Kedua bibir kewanitaannya kuhisap-hisap bergantian.

Kepala Mbak Lia terkulai di sandaran kursinya. Kaki kanannya melingkar menjepit leherku. Telapak kaki kirinya menginjak bahuku. Pinggulnya terangkat dan terhempas di kursi berulang kali. Sesekali pinggul itu berputar mengejar lidahku yang bergerak liar di dinding kewanitaannya. Ia merintih setiap kali lidahku menjilat clitnya. Nafasnya mengebu. Kadang-kadang ia memekik sambil menjambak rambutku.

"Ooh, ooh, Theo! Theoo!" Dan ketika clitnya kujepit di antara bibirku, lalu kuhisap dan permainkan dengan ujung lidahku, Mbak Lia merintih menyebut-nyebut namaku..
"Theo, nikmat sekali sayang.. Theoo! Ooh.. Theoo!"

Ia menjadi liar. Telapak kakinya menghentak-hentak di bahu dan kepalaku. Paha kanannya sudah tidak melilit leherku. Kaki itu sekarang diangkat dan tertekuk di kursinya. Mengangkang. Telapaknya menginjak kursi. Sebagai gantinya, kedua tangan Mbak Lia menjambak rambutku. Menekan dan menggerak-gerakkan kepalaku sekehendak hatinya.

"Theo, julurkan lidahmuu! Hisap! Hisaap!"

Aku menjulurkan lidah sedalam-dalamnya. Membenamkan wajahku di vaginanya. Dan mulai kurasakan kedutan-kedutan di bibir vaginanya, kedutan yang menghisap lidahku, mengundang agar masuk lebih dalam. Beberapa detik kemudian, lendir mulai terasa di ujung lidahku. Kuhisap seluruh vaginanya. Aku tak ingin ada setetes pun yang terbuang. Inilah hadiah yang kutunggu-tunggu. Hadiah yang dapat menyejukkan kerongkonganku yang kering. Kedua bibirku kubenamkan sedalam-dalamnya agar dapat langsung menghisap dari bibir vaginanya yang mungil.

"Theoo! Hisap Theoo!"

Aku tak tahu apakah rintihan Mbak Lia dapat terdengar dari luar ruang kerjanya. Seandainya rintihan itu terdengar pun, aku tak peduli. Aku hanya peduli dengan lendir yang dapat kuhisap dan kutelan. Lendir yang hanya segumpal kecil, hangat, kecut, yang mengalir membasahi kerongkonganku. Lendir yang langsung ditumpahkan dari vagina Mbak Lia, dari pinggul yang terangkat agar lidahku terhunjam dalam.

"Oh, fantastis," gumam Mbak Lia sambil menghenyakkan kembali pinggulnya ke atas kursinya.

Ia menunduk dan mengusap-usap kedua belah pipiku. Tak lama kemudian, jari tangannya menengadahkan daguku. Sejenak aku berhenti menjilat-jilat sisa-sisa cairan di permukaan kewanitaannya.

"Aku puas sekali, Theo," katanya. Kami saling menatap. Matanya berbinar-binar. Sayu. Ada kelembutan yang memancar dari bola matanya yang menatap sendu.
"Theo."
"Hm.."
"Tatap mataku, Theo." Aku menatap bola matanya.
"Jilat cairan yang tersisa sampai bersih"
"Hm.." jawabku sambil mulai menjilati vaginanya.
"Jangan menunduk, Theo. Jilat sambil menatap mataku. Aku ingin melihat erotisme di bola matamu ketika menjilat-jilat vaginaku."

Aku menengadah untuk menatap matanya. Sambil melingkarkan kedua lenganku di pinggulnya, aku mulai menjilat dan menghisap kembali cairan lendir yang tersisa di lipatan-lipatan bibir kewanitaannya.

"Kau memujaku, Theo?"
"Ya, aku memuja betismu, pahamu, dan di atas segalanya, yang ini.., muuah!" jawabku sambil mencium kewanitaannya dengan mesra sepenuh hati.

Mbak Lia tertawa manja sambil mengusap-usap rambutku.

4 komentar:

  1. Cerita Sex Indonesia - Dokter Jepang Cantik Yang Genit~~~~~~Cerita Sex Indonesia - Masa Remaja Yg Sungguh Menyenangkan



    Rahasia Pacar Teman Kost ku~~~~~Penelusuran Erotic stories~~~~~Pemerkosaan terhadap primadona sekolah



    Cerita Seks terbaru Fantasi di akhir pekan~~~~~info Video Porno Indonesia Dan Para Artis Indonesia lebih lengkap clik disini



    Kumpulan Gaya Cerita Ngentot Cerita Dewasa Cerita Sex Indonesia~~~~~Tips Dalam Mendapatkan Wanita Idaman Anda Dalam Kumpulan Cerita Dewasa Kategori Artikel Sex



    Cerita Sex Tante Kos Bernama Rita Paling Hot~~~~~Foto Bugil Telanjang Dewi Cinta Tanpa Sensor Laris Manis di Internet



    Cerita Dewasa 2014-2015 Jeritan Pembawa Nikmat~~~~~Cerita Seks - Ngentot Merayakan Kelulusan SMA Pacarku~~~~~mahasiswi bercinta di kontrakan



    Cerita Seks Dengan Tante Murni Cerita Seks Panas Terbaru~~~~~Aku Ngentot 3 Cewek Cantik Bangat~~~~~Cerita Sex Artis Cantik Cynthiara Alona



    ngentot degan kakak sepupu ketika suaminya lagi gak ada~~~~~Foto Bugil Anita Hara Tanpa Sensor Terbaru~~~~~Karyawan Asing Yang Tangguh Ngesex



    Gambar Gaya Bercinta Paling Hot yang disukai para Wanita~~~~~Alat Bantu Sex Wanita Penis Maju Mundur Getar Goyang~~~~~Capsule Pembesar Penis Herbal King Cobra Capsule


    Cerita Seks Ngentot dengan Tetangga Baruku Yang Putih Mulus dan Bahenol

    Kisah Seks dengan Guruku yang Cantik dan Seksi

    Cerita Panas Kulahap Memek Ibu Dan Adik Kandungku

    Cerita Dewasa Hot Bercinta dengan Istri Pembeli Mobil

    Cerita Dewasa Hot-Pesta Sexs Pacarku dan Adiknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Foto HOT | Cewek Narsis Cantik Bugil di Facebook,Cewek Masturbasi


      [Ass Point Fuck] ABG Lesbian : Koleksi Photo hot Pamer Susu & memek.


      [Ass Point Fuck] Photo Hot ayam Kampus : ABG Wajah Lugu Lagi Tampil Bugil.


      [Ass Point Fuck] Photo bugil abg jepang lagi pengen di entot..mulus gan susunya

      [Ass Point Fuck] Memek Bule : Koleksi Photo memek ABG Bule Yang Penuh Nafsu

      ✦Photo polos : Tubuh Mulus di padu dengan susu Mungil Nan Indah dan Hot.✦

      ✦Photo Hot : Adegan Pasien Lagi Bugil Di Depan Dokter..Mantap Susunya✦

      ✦SiTembem Yang Bikin Greng : Kumpulan Memek Tembem..Mlenuk - mlenuk✦

      ✦Obat Pembesar Penis Herbal, Obat Peninggi Badan Herbal,Pemutih Wajah Dan Tubuh✦

      ✦Histeria Masturbation : Abg Hitam Manis Lagi Menahan Kenikmatan Berswalayan✦

      ✦Ngintip Tubuh Putih Mulus Toket Kecil Bikin Nafsu.Siapakah Dia.?✦

      ✦Live : Vespa Putih Jadi Saksi aku ngentot Gaya Dogy Style✦

      ✦Live : Sepasang Abg lagi Ngentot Sambil Berdiri..keren-keren✦

      [Ass Point Fuck] Photo Pemerkosaan : ABG Korban Pemerkosaan Lagi Kena Entot 2 Cowok..Kasihan Banget Gan


      VIDEO ANAK SMP MESUM SAMA PACARNYA DI RUANG TAMU


      [Ass Point Fuck] Photo memek Perawan : Lubang sempit memek perawan Yang masih Rapet.


      [Ass Point Fuck] Photo Hot Tante Horny lagi Pamerin Toket Mulusnya...Wahh Gila


      [Ass Point Fuck] Photo Memek ABG : Memek Menganga Siap Dimasukin Bang...???


      [Ass Point Fuck] ABG meki Sempit Lagi Ngentot Gaya Pangku...Mantapp


      Cara Memperbesar Penis Dengan Vakum Penis Tarik Sport


      [Ass Point Fuck] ABG Ngentot : ABG Manis Puting Mungil Lagi Ngentot..wah asyiknya


      [Ass Point Fuck] Photo Chika : Pose nakal Chika Lagi Pamerin susu montoknya.


      Mulusnya Susu ini siap untuk di emut, info cewek telanjang yang mau ngentot memek

      ✦Kelakuan Aneh : Kumpulan Photo Bugil cewek Gokil✦

      ✦Sex Party Berbagai Gaya Ngentot Yang Fantastis & Hot✦

      ✦Ngentot abg & Om-Om : Ngentot Hot di Dalam Kamar Mandi✦

      ✦Abg Lagi Maen Chat Sambil Bugil : Lagi Pamerin Memek & susu Montok✦

      ✦Live : video mesum ngentot di kebun✦

      ✦Cerita Seks : Tante Mona Yang Montok Bikin Aku Tergoda..Ehmmm✦

      ✦Jilat Meki : Koleksi Photo Berbagai Gaya Jilat memek..Kegelian Nih Cewek✦

      Hapus